Latihan Soal Uji Kompetensi Sarjana Kesehatan Masyarakat dan Kesehatan Lingkungan lengkap dengan Kunci Jawaban dan Pembahasan pdf doc Tahun 2018, 2019, 2020, 2021, 2022, UKOM SKM, UKOM Kesling, Contoh Soal Uji Kompetensi SKM dan Kesling
Dibawah ini adalah contoh Soal Uji Kompetensi (UKOM) Gizi part Ke 3 Lengkap dengan Kunci Jawaban dan Pembahasan
Hai sahabat ukom-kesmas.blogspot.com semuanya disini. Dibawah ini kami menyiapkan latihan uji kompetensi bagi tenaga Gizi serta Ahli Gizi edisi 3 tahun 2019 / 2020. Selamat belajar ya
1. Pak Ogah menderita Haemorroid, dia telah selesai menjalani operasi. Maka diit yang tepat diberikan untuk pak Ogah setelah menjalani operasi haemorroid adalah......
a. Diet RG
b. Diet RP
c. Diet DM
d. Diet Rendah Sisa
e. Diet Lambung
Jawaban : d. Diet Rendah Sisa
2. Diet tinggi serat diberikan pada penderita penyakit......
a. Lambung
b. Malaria
c. Obstipasi
d. Typhus Abdominalis
e. DM
Demikianlah artikel dari kami diatas. Semoga artikel dengan judul Soal UKOM Gizi Beserta Jawaban Edisi 3 dapat bermanfaat dan juga berguna bagi teman-teman sahabat ukom-kesmas.blogspot.com semuanya. Terimakasih atas kunjunganya, sampai jumpa lagi ya.
Contoh Soal UKOM Ahli Gizi Beserta Jawaban Edisi 2
Dibawah ini adalah contoh Soal Uji Kompetensi / UKOM Ahli Gizi part Ke 2 Lengkap dengan Kunci Jawaban dan Pembahasan
Hai sahabat ukom-kesmas.blogspot.com semuanya. Banyak permintaa agar kami dapat menyajikan contoh soal Uji Kompetensi Gizi juga, dan pada akhirnya kami membuka contoh latihan soal-soal Uji Kompetensi Ahli Gizi dan Tenaga Gizi. Berikut ini terdapat 4 buah soal UKOM Gizi Beserta Jawaban. Selamat belajar dan aja teman-teman gizi lainnya belajar disini ya
1. Pak Ali berdasarkan hasil anamnesa dokter menderita gastritis. Oleh ahli gizi diberikan diit lambung 1. Jenis makanan apakah yang tepat untuk pak Ali tersebut :
a. Makanan saring
b. Susu dan bubur susu
c. Makanan lembek
d. Makanan biasa
e. Makanan lunak
Jawaban : b. Susu dan bubur susu
2. Primus sudah beebrapa hari menderita obstipasi. Agar cepat sembuh ia harus menghindari bahan makanan, yaitu :
a. Agar-agar
b. Aci
c. Kacang-kacangan
d. Sayuran
e. Susu
Demikianlah artikel singkat dari kami diatas ini. Semoga artikel dari ukom-kesmas.blogspot.com dengan judul yaitu Contoh Soal UKOM Ahli Gizi Beserta Jawaban Edisi 2 dapat bermanfaat serta berguna bagi teman-teman Gizi semuanya, kami doakan teman-teman dapat lulus Uji Kompetensi semuanya ditahun ini. Ayo ajak teman-teman Ahli Gizi maupun Tenaga Gizi lainnya belajar soal-soal disini ya, karena setiap hari kami akan update latihan soal UKOM Gizi. Sampai jumpa lagi.
Dibawah ini adalah contoh Soal UKOM Gizi part Ke 1 Lengkap dengan Kunci Jawaban dan Pembahasan
Hai semuanya, banyak request dari tema-teman gizi agar kai dapat enyajikan sebuah latihan soal Uji Kompetensi Tenaga Gizi. Oleh karena itu, kamipun mencoba mengabulkan permintaan teman-teman untuk menyajikan sebuah latihan soal Uji Kompetensi Tenaga Gizi dan Ahli Gizi. Selamat belajar ya
1. Seorang analis melakukan administrasi pengiriman sampel toksikologi, Jenis sampel adalah organ kandungan kemih dari bedah jenazah korban keracunan makanan, korban adalah seorang perempuan usia 50 tahun. Diagnosa sementara dokter korban mengalami keracunan timbal/ timah hitam.
Pertanyaan soal:
Jenis pengawet apa yang digunakan untuk sampel tersebut?
Pilihan Jawaban :
A. Alkohol absolute (96 %)
B. Ether
C. Na azida 1%
D. NaCl Jenuh
E. NaF
Jawaban : B. Ether Referensi : Depkes RI. Pengambilan dan penanganan sampel toksikologi. 1998
2. Seorang laki laki berusia 45 tahun meninggal setelah mengkonsumsi umbi gadung. Dokter meminta untuk memeriksa sianida dalam cairan isi lambung korban. Hasil yang diperoleh dengan reaksi warna biru berlin adalah positif sianida.
Pertanyaan soal:
Tindakan apakah yang seharusnya diambil oleh analis sebelum mengeluarkan hasil pemeriksaan tersebut?
Pilihan Jawaban :
A. Mengkonfirmasi hasil pemeriksaan reaksi warna biru berlin dengan cara kertas saring yang diberi asam pikrat
B. Mengkonfirmasi hasil pemeriksaan reaksi warna biru berlin dengan cara mikrodifusi
C. Mengkonfirmasi hasil pemeriksaan reaksi warna dengan cara spektrofotometri
D. Mengkonfirmasi hasil pemeriksaan dengan kadar hemoglobin (Hb)
E. Mengkonfirmasi hasil pemeriksaan dengan kadar carboxyhemoglobin (HbCO)
Jawaban : C. Mengkonfirmasi hasil pemeriksaan reaksi warna dengan cara spektrofotometri
3. Seorang laki laki berusia 45 tahun meninggal setelah mengkonsumsi umbi gadung. Dokter meminta untuk memeriksa sianida dalam cairan isi lambung korban. Hasil yang diperoleh dengan reaksi warna biru berlin adalah positif sianida.
Pertanyaan soal:
Tindakan apakah yang seharusnya diambil oleh analis sebelum mengeluarkan hasil pemeriksaan tersebut?
Pilihan Jawaban :
A. Mengkonfirmasi hasil pemeriksaan reaksi warna biru berlin dengan cara kertas saring yang diberi asam pikrat
B. Mengkonfirmasi hasil pemeriksaan reaksi warna biru berlin dengan cara mikrodifusi
C. Mengkonfirmasi hasil pemeriksaan reaksi warna dengan cara spektrofotometri
D. Mengkonfirmasi hasil pemeriksaan dengan kadar hemoglobin (Hb)
E. Mengkonfirmasi hasil pemeriksaan dengan kadar carboxyhemoglobin (HbCO)
Jawaban : C. Mengkonfirmasi hasil pemeriksaan reaksi warna dengan cara spektrofotometri
4. Seorang pasien laki-laki 30 tahun, pekerjaan di industry gasoline diminta memeriksakan darah oleh dokter setelah terpajan gas dari minyak mentah pada pukul 10.15 WIB. Diagnosa sementara dokter, pasen tersebut keracunan Benzena. Daerah industry cukup jauh dari laboratorium sehingga diperkirakan pasen sampai ke laboratorium 65 menit setelah terpajan.
Pertanyaan soal:
Proses pemeriksaan manakah yang paling tepat untuk dapat memberikan hasil yang akurat ?
Pilihan Jawaban :
A. Pemeriksaan harus segera dimulai pada saat pasen tiba di laboratorium pukul 11.05 WIB
B. Pemeriksaan dapat segera dimulai setelah pasen tiba di laboratorium pukul 11.05 WIB
C. Pemeriksaan dapat segera dimulai maksimal 15 menit setelah pasen tiba di laboratorium
D. Pemeriksaan harus dapat diselesaikan dalam waktu 10 menit
E. Pemeriksaan dapat ditunda hingga 60 menit setelah pasen tiba di laboratorium
Jawaban : A. Pemeriksaan harus segera dimulai pada saat pasen tiba di laboratorium pukul 11.05 WIB
Demikinalah artikel sigkat dari ukom-kesmas.blogspot.com diatas. Semoga artikel dengan judul Latihan Soal UKOM Gizi Beserta Jawaban Edisi 1 dapat bermanfaat dan juga berguna bagi teman-teman semuanya. Terimakasih atas kunjungannya, sampai jumpa lagi yaa.
Contoh Soal Kesmas tentang Sanitasi (Teoritis) Beserta Jawaban Edisi 52
Dibawah ini adalah contoh Soal Uji Kompetensi Sarjana Kesehatan Masyarakat (SKM) dan Kesehatan Lingkungan (Kesling) part Ke 52 Lengkap dengan Kunci Jawaban dan Pembahasan
Hai teman-teman semuanya, kali ini ukom-kesmas.blogspot.com semuanya. Hari ini kita akan berlatih mengenai Kesehatan Masyarkat tentang Sanitasi Lingkungan. Terdiri dari 5 buah soal yang disertai kunci jawabannya,. Selamat belajar dan jangan lupa ajak teman-teman lainnya belajar latihan soal diisni ya
1. Sanitasi adalah . . . . .penyakit dengan caramenghilangkan faktor-faktor yang lingkungan yang berkaitan dalam rantai perpindahan penyakit
a. Pengobatan
b. Pencegahan
c. Pemusnahan
d. Penghilangan
Jawaban : b. Pencegahan
2. Bahan atau benda asing yang tidak dikehendaki yang terdapat didalam hasil olah disebut
a. Sanitasi
b. Racun
c. Hygiene
d. Kontaminan
Jawaban : d. Kontaminan
3. Romas terkena diare setelah makan bakso dipinggir jalan, artinya bakso Romas telah tercemar oleh bakteri. Cemaran yang dilakukan oleh bakteri disebut cemaran …….
a. Mikroba
b. Biologis
c. Benda asing
d. Kimia
Jawaban : a. Mikroba
4. Berikut contoh tindakan personal hygiene, kecuali…..
a. Memakai sarung tangan
b. Mencuci tangan sebelum bekerja
c. Memakai jam tangan saat bekerja
d. Menggunakan masker saat bekerja
Jawaban : c. Memakai jam tangan saat bekerja
5. Salah satu cara mencegah gangguan kesehatan akibat dari pekerjaan adalah…
a. pemakaian alat pelindung
b. pemeriksaan kesehatan pada saat bekerja
c. pemeriksaan kesehatan sebelum bekerja
d. pemeriksaan kesehatan sesudah bekerja
Baiklah teman-teman semuanya, sekianlah artikel dari ukom-kesmas.blogspot.com diatas. Semoga artikel kami dengan judul yaitu Contoh Soal Kesmas tentang Sanitasi (Teoritis) Beserta Jawaban Edisi 52 dapat membantu dan bermanfaat bagi teman-teman kesmas dan kesling semuanya. Sampai ketemu agi ya dengan latihan soal dari kita selanjutnya.
Dibawah ini adalah contoh Soal Uji Kompetensi Sarjana Kesehatan Masyarakat (SKM) dan Kesehatan Lingkungan (Kesling) part Ke 51 Lengkap dengan Kunci Jawaban dan Pembahasan
Halo teman-teman semuanya, berikut ini telah kami siapkan altihan soal Uji Kompetensi (UKOM) Kesehatan Masyarakat (kesmas) disertai Jawabannya. Semangat belajar yaa teman-teman SKM
1. Di negara X tercatat jumlah kelahiran bayi hidup sebanyak 3.000.000 dan ibu hidup hingga selesai masa nifas sebanyak 2.910.000,
berapa proporsi kematian ibu dinegara X?
a. 290/100.000 kelahiran hidup
b. 300/100.000 kelahiran hidup
c. 310/100.000 kelahiran hidup
d. 330/100.000 kelahiran hidup
e. 340/100.000 kelahiran hidup
Jawaban : a. 290/100.000 kelahiran hidup
2. Dari laporan bulanan Puskes mas Y tahun 2012 diperoleh data jumlah pasien rawat inap penderita diare yang berusia dibawah 5 tahun dari bulan Januari sampai sampai Desember berturut-turut adalah 30, 35, 80, 70, 55, 60, 80, 100, 90, 110, 120, 150.
Apa cara penyajian data yang paling tepat untuk mengambarkan jumlah balita yang dirawat inap selama tahun 2012 di Puskesmas Y?
a. Grafik histogram
b. Grafik batang
c. Grafik garis
d. Pie chart
e. Mapping
Jawaban : b. Grafik batang
3. Seorang anak laki-laki usia 30 bulan tidak minum ASI lagi. Pada suatu hari anak tersebut mengkonsumsi sumber karbohidrat dari nasi dan ubi sebanyak 150 gr, sumber portein dari ikan dan tempe 15 gr, serta sumber lemak dari minyak sebanyak 25 gr.
Berapa kalori yang didapatkan anak tersebut dari zat gizi sumber pembangun?
a. 60 kkal
b. 225 kkal
c. 285 kkal
d. 600 kkal
e. 885 kkal
Jawaban : e. 885 kkal
4. Hasil penelitian menunjukkan peningkatan kasus diare pada siswa SD di Desa T dalam 3 tahun terakhir. Salah satu sebab utama masalah ini adalah kebiasaan jajan makanan yang tidak bersih dan sehat.
Siapakah sasaran primer dalam upaya intervensi untuk menanggulangi masalah tersebut?
a. Penjual makanan
b. Kepala Sekolah
c. Orang Tua
d. Siswa
e. Guru
Jawaban : d. Siswa
5. Seorang mahasiswa Fakultas Kesehatan Masyarakat yang berasal dari Suku Minang sedang melaksanakan Praktek Belajar Lapangan di Desa X yang penduduknya mayoritas berasal dari Suku Jawa. Salah satu kegiatan yang akan dilakukan adalah penyuluhan tentang pentinnya mencuci tangan dengan air dan sabun. Audiens penyuluhan tidak mendengarkan dengan baik apa yang disampaikan, karena merasa penyuluh bukkan berasal dari suku yang sama.
Motiv apakah yang melatarbelakangi sikap masyarakat tersebut?
a. Daya tarik antropologis
b. Daya tarik psikologis
c. Daya tarik geografis
d. Daya tarik personal
e. Daya tarik fisik
Demikianlah artikel kami diatas yang berjudul Soal Uji Kompetensi SKM (Kesehatan Masyarakat) Beserta Kunci jawaban 2019 / 2020 Edisi 51. Semoga apa yang telah kami sajikan diatas dapat berguna dan bermanfaat abgi teman-teman SKM atau Kesmas semuanya. Ayo ajak teman-teman Kesehatan masyarakat Lainnya untuk belajar dan berlatih soal-soal UKOM atau Uji Kompetensi dari blog ini dan ramaikan blog Soal SKM Kesmas ini, sampai jumpa lagi yaa dengan soal ujian dan latihan edisi berikutnya.
Latihan Soal Kesehatan Masyarakat (SKM) dan Kesling Beserta Jawaban Edisi 50
Dibawah ini adalah contoh Soal Uji Kompetensi Sarjana Kesehatan Masyarakat (SKM) dan Kesehatan Lingkungan (Kesling) part Ke 50 Lengkap dengan Kunci Jawaban dan Pembahasan
Hai halo teman-teman semuanya, semangat Pagii, kali ini kami akan update latihan soal bagi teman-teman semuanya, kali ini kami akan menyajikan soal hitng-hitungan disertai dengan refresh teori. Semangat yaa
1. Dengan menggunakan data Tabel 1, hitung Attack Rate Cacar Air:
A. 201/ (201+251)
B. 172/ (172+238)
C. 201/251
D. 172/238
E. 82/218
Jawaban : D. 172/238 Pembahasan ;
Attack Rate adalah jumlah kasus baru penyakit dalam waktu wabah yang berjangkit dalam masyarakat di suatu tempat/ wilayah/ negara pada waktu tertentu
Rumus :(% anak yang sakit : %anak yang terpapar)
2. Dengan menggunakan data Tabel 1, penyakit mana memiliki risiko terkecil untuk terjadi
pada populasi anak tersebut?
A. Campak
B. Cacar air
C. Rubella
D. Risiko terjadinya campak = cacar air
E. Risiko terjadinya campak = rubella
Jawaban : C. Rubella
Cukup Jelas
3. Seorang tidak menunjukkan gejala klinis, tetapi dapat ditunjukkan secara serologis bereaksi
dengan suatu agen infeksi:
A. Terinfeksi (infected)
B. Secara klinis terinfeksi (clinically infected)
C. Asimtomatis (subklinis)
D. Carrier
E. Reservoir
Jawaban : C. Asimtomatis (subklinis) Pembahasan :
Fase sublinis adalah waktu yang diperlukan dari mulai paparan agen kausal hingga timbulnya manifestasi klinis disebut dengan masa inkubasi (penyakit infeksi) atau masa laten (penyakit kronis). Pada fase ini penyakit belum menampakkan tanda dan gejala klinis, atau disebut dengan fase subklinis (asimtomatis). Masa inkubasi ini dapat berlangsung dalam hitungan detik pada reaksi toksik atau hipersensitivitas.
4. Analisis data insidensi suatu penyakit menghasilkan kurva epidemi di bawah ini.
Pernyataan yang benar tentang tentang kurva itu:
A. Fase B menunjukkan insidensi yang konstan dari waktu ke waktu
B. Fase A menunjukkan peningkatan jumlah kasus baru melebihi ekspektasi normal
C. Fase B menunjukkan peningkatan jumlah kasus baru dan lama
D. Fase A menunjukkan insidensi yang konstan dari waktu ke waktu
E. Fase B adalah fase endemik
Jawaban : D. Fase A menunjukkan insidensi yang konstan dari waktu ke waktu
Cukup jelas
5. Jumlah populasi yang bisa terinfeksi HIV pada awal 2010= 1.000.000. Jumlah kasus lama
HIV pada awal tahun 2010= 20 kasus. Jumlah kasus baru HIV Januari sampai Juni 2010=10
kasus. Jumlah kasus baru HIV Juli-Desember 2010=10 kasus. Jumlah populasi pada
pertengahan tahun 2010= 1.000.100. Jumlah populasi pada akhir tahun 2010= 1.000.200.
Cumulative incidence infensi HIV selama setahun 2010 adalah ?
A. 10/ 1.000.000
B. (10+10)/ 1.000.000
C. (20+10+10)/ 1.000.000
D. (20+10)/ 1.00.100
E. 10/ 1.000.200
Jawaban : B. (10+10)/ 1.000.000 Pembahasan ;
Cumulative insidence adalah Probabilitas dari seorang yang tidak sakit untuk menjadi sakit selama periode waktu tertentu, dengan syarat orang tersebut tidak mati oleh karena penyebab lain. Risiko ini biasanya digunakan untuk mengukur serangan penyakit yang pertama pada orang sehat tersebut.
Romus :
Jumlah orang yang terkena penyakit dalam suatu jangka waktu Dibagi (:) Jumlah semua orang dalam resiko untuk terkena penyakit dalam jangka waktu itu.
6. Dengan menggunakan data soal nomer 15, hitung Period Prevalence infeksi HIV selama
periode waktu 2010.
A. 20/ 1.000.100
B. 20/ 1.000.200
C. (20+10)/ 1.000.100
D. (20+ 10+10)/ 1.000.000
E. (20+ 10+10)/ 1.000.100
Jawaban : E. (20+ 10+10)/ 1.000.100 Pembahasan ;
Period Prevalence rate adalah jumlah penderita lama dan baru suatu penyakit yang ditemukan pada suatu jangka waktu tertentu dibagi dengan jumlah penduduk pada pertengahan jangka waktu yang bersangkutan. Nilai Periode Prevalen Rate hanya digunakan untuk penyakit yang sulit diketahui saat munculnya, misalnya pada penyakit Kanker dan Kelainan Jiwa.
Rumus :
Period Prevalence rate = ((Jumlah penderita baru + lama x100% (1000‰)) / Jumlah penduduk pertengahan )
7. Tanda dan gejala klinis cocok dengan penyakit, terdapat bukti epidemiologi, tetapi tidak terdapat bukti laboratorium definitif yang menunjukkan tengah atau telah terjadi infeksi (bukti laboratorium negatif, tidak ada, atau belum ada)
A. Kasus pasti (confirmed case)
B. Kasus mungkin (probable case)
C. Kasus suspek (suspected case)
D. Kasus indeks (index case)
E. Kasus primer (primary case)
Jawaban : B. Kasus mungkin (probable case)
Pembahasan ; Kasus sangat mungkin (probable case) adalah kasus yang ditegakkan berdasarkan berbagai gambaran klinis yang khas tanpa verifikasi laboratorium
Baiklah mungkin cukup sekian dulu perjumpaan kita kali ini dari ukom-kesmas.blogspot.com yang membahas mengenai Latihan Soal Kesehatan Masyarakat (SKM) dan Kesling Beserta Jawaban dan Pembahasan Lengkap Edisi 50. Semoga apa yang telha kami sajikan dan berikan untuk teman-teman semua dapat bergunda dan bermanfaat yaa. Terimakasih atas kunjungannya, sampai jumpa lagi.
Contoh Soal Uji Kompetensi Tenaga Kesehatan Lingkungan Part 49
Dibawah ini adalah contoh Soal Uji Kompetensi Sarjana Kesehatan Masyarakat (SKM) dan Kesehatan Lingkungan (Kesling) part Ke 49 Lengkap dengan Kunci Jawaban dan Pembahasan
Hai teman-teman semuanya, berikut ini telah kami siapkan untuk teman-teman semuanya latihan soal Kesling / Kesehatan lingkungan dalam rangka Uji Kompetensi (UKOM). Selamat belajar yaa
1. Tahun 2008 desa Cigombong mendapat kasus diare. Data yang didapat:
daerah A 100 orang, 26 diare dan 0 meninggal
daerah B 150 orang, 38 diare, 5 parah, dan 1 meninggal
daerah C 100 orang, 10 diare
daerah D 56 orang, 6 diare, 6 parah dan 2 meninggal
Desa Cigombong tersebut termasuk:
A. Endemik.
B. Pandemi.
C. Epidemiologi.
D. Wabah.
Jawaban : D. Wabah.
2. Epidemiologi adalah ilmu yang mempelajari tentang penyebaran penyakit serta determinan-determinan yang mempengaruhi penyakit tersebut.
Dalam batasan tersebut mencakup elemen?
A. Individu
B. Populasi
C. Jenis Kelamin
D. Budaya
E. Agama
Jawaban : B. Populasi Penjelasan
Penyebaran/Distribusi:
Time
Place
Person
Determinan:
Keturunan
Perilaku
Lingkungan
Pelayanan Kesehatan
Elemen Epidemiologi:
penyakit
populasi
pendekatan etiologi
3. Terjadinya banjir dapat dipengaruhi oleh siklus hidrologi air. Gangguan pada bagian manakah dari siklus yang dapat menyebabkan banjir?
A. Evaporasi tanah
B. Penguapan air
C. Kondensasi
D. Penyerapan air
E. Presipitasi permukaan bumi
Jawaban : D. Penyerapan air
4. Sebagai kepala PKM didaerah terpencil banyak kasus gizi buruk, penduduk mayoritas agama Islam fanatik. Sasaran prioritas penyuluhan anda adalah?
A. Ibu yang punya balita
B. Bapak-bapak
C. Kepala desa
D. Pemuka agama
E. Camat
Jawaban : D. Pemuka agama
5. Kepala PKM selalu memberikan Vitamin A kepada anak-anak yang menderita malnutrisi di wilayah kerjanya apakah jenis penyakit yang paling mungkin dicegah dengan pemberian obat tersebut?
Demikianlah artikel kami ini dengan judul Contoh Soal Uji Kompetensi Tenaga Kesehatan Lingkungan Part 49. Semoga apa yang telha kami berikan dan sampaikan diatas dapat membatu teman-teman semuanya yang ingin mencari reerensi soal-soal Kesmas dan Kesling. Terimakasih atas kunjungannya.